https://www.rumahliterasi.org/2022/11/sajak-sunyi-moh-zainur-rozy.html
Moh. Zainur Rozy, kelahiran Gedang-gedang, Batuputih, Sumenep. Alumni MI Miftahul Huda, MTs 1 Annuqayah dan merupakan siswa kelas akhir MAT Annuqayah. Aktivis LIPENSA, Sanggar Pangeran, GSK, Istana Pers Jancukers (IPJ). (@Gelenk_Gelenk ^-^)
Sunyi
Malam ini
Sunyi mendekapku
Menumpahkan beribu suara
Menjadikan resepsi pernikahan kita
Alunan irama ini
Tercipta untuk kesekian kalinya, aku mengingatmu.
Sebab, kau tenggelamkan aku
Didasar samudra sanubari rindu
Yang kau buat bukan untukku
Melainkan aku yang hanya mengaku-mengaku
Itulah diriku
Menuangkan kopi
Untuk kau nikmati
Annuqayah, 2022
Lupa Diri
Perempuan
Mampukah pohon melepas dedaunan
Supaya tumbuh menjulang tinggi
Meraih cahaya gemintang
Yang lama kau idamkan.
Akan tetapi, kau lupa perempuan
Tentang daun yng dia jatuhkan
Dan lupa akan matamu
Yang hanya kau sembunyikan
Annuqayah, 2022
Malam
Malam begitu menantang
Untuk berlayar di bahtera sunyi
Yang kini mencekam
Terombang-ambing di perahu tanpa awak
Menekuni kata yang telah lama terkoyak
Ku coba untuk menangis
Agar menjadi tetesan penyatu
Angan yang kini mulai berpadu
Annuqayah, 2022
Titik rendah kehidupan
Sepintas kususuri jalan setapak
Menuju titik rendah kehidupan
Menemukan bintik-bintik
Yang tak bisa kuremehkan.
Melumpuhkan tubuh
Jatuh terduduk, lumpuh.
Menengadah “tuhan hapuskan aku
akan tubuh yang dirasa awan”
Annuqayah, 2022
Pertemuan
Di AMM tadi
Kau sapa diriku
Dengan membisik kepada angin
Pura-pura menjelma pepohonan yang tumbuh
Didalam dirimu, ku sebut ‘putri malu’
Sore itu
Benarkah engkau putri malu?
Menumbuhkan benih rindu
Untuk kalbu yang lama layu
Terombang ambing di kelopak matamu
Mampukah aku wahai putri malu
Annuqayah, 2022
Denganmu Kopi
Banyak perihal tentangmu
Kuceritakan dalam bait puisi
Beraduk kecupan manis di pipi
Tentang cinta dan samudra
Semua larut didalam pekatnya kopi
Malam begitu menantang
Denganmu?, dialah cerutu
Segumpal asap
Seikat karya kutaruh didalam wadah
Untuk menuntaskan hasrat di dada
Pagi
Aroma kopi menguap dari tubuhmu
Merusak hidung, menyelusuri jejak kehidupan
Menentukan kata menjadi prosa
Lewat secangkir kopi
Dan bibir yang mulai basah
Annuqayah, 2022
Pilihan